Meski menang, masih banyak yang harus dibenahi pada tim besutan Qi Lixia tersebut. Terutama, mengenai penampilan pemain asing baru mereka, Kang Yu Jie.
Dalam pertandingan kemarin, Kang masih terlihat belum nyetel dengan permainan rekan-rekannya. “Dia memang belum menyatu dengan pemain lain, terutama dengan tosser kami,” ungkap Bachrun Rosyidi, manajer Gresik Petrokimia.
Hal senada diungkapkan Gunarti Indah Yani. Masuknya pemain baru tersebut, kata dia, belum memberikan perubahan mencolok bagi tim yang bermarkas di GOR Tri Dharma tersebut.
“Pemain ini bagus, tapi masih belum ketemu. Jadi, mainnya masih monoton,” jelasnya.
Selain masalah kekompakan, Bachrun menyoroti mental para pemainnya. Pemain Petro masih harus belajar untuk bermain dengan sabar. Tidak grusa-grusu untuk segera menyelesaikan pertandingan secepatnya.
“Di set ketiga, anak-anak bermain dengan tergesa-gesa. Akibatnya, mereka ketinggalan jauh sekali sebelum akhirnya kalah,” lanjut Bachrun.
Sementara itu, di bagian pria, tuan rumah Jember Pemkab harus tertunduk malu. Itu terjadi setelah Johan Rachmadi dkk dikandaskan Jakarta BNI Taplus dengan skor 1-3 (25-15, 12-25, 21-25, 21-25).
Konfidensi yang berlebihan ternyata membuat penampilan Jember Pemkab tak sebaik saat menang 3-1 atas Bantul Yuso Tomkins di Bogor Maret lalu. Pemain sering melakukan kesalahan sendiri sehingga membuang kesempatan untuk mencuri poin.
Namun, kekalahan kelima dari enam kali penampilan itu tak lantas membuyarkan harapan Jember lolos ke final four. Dengan catatan, di dua pertandingan selanjutnya (lawan Surabaya Samator Minggu (13/4) dan lawan Bantul Yuso Tomkins di Jakarta Jumat (18/4), Jember Pemkab mampu memetik kemenangan.
“Harapan kian berat. Namun, kami akan tetap berupaya keras untuk memenuhi target lolos final four,” jelas Widi Prasetyo, manajer tim Jember Pemkab