Keterampilan atau skill Doni Tata, lebih dari cukup. Bahkan, teknikal membalapnya lebih halus alias presisi dari Ratthapark Wilairot. Pembalap Thailand yang ikut full GP250 pada 2007 itu, in-out-nya masih sering belanja. Sedang Doni, ritme-nya di racing line, pas. Demikian juga dengan memainkan selongsong gas. Halus Doni, bo.
Makanya, kabar anyar soal Doni Tata Pradita, ikut full World GP 250 pada 2008, tidak mengagetkan Em-Plus. “Yamaha akan rugi, jika tidak menerjunkan Doni secara utuh. Bakat Doni banyak dilirik tim GP250,” sebut Bambang Gunardi dari Biro Olahraga Motor PP IMI. Gunardi juga dekat dengan para petinggi Dorna, penyelenggara MotoGP, GP250 dan GP125.
Em-Plus pertama membongkarnya. Kali ini, Doni tidak akan tampil sebagai wild card. Artinya, Doni akan terjun semusim penuh. Ini diakui Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), setelah Em-Plus menyodorkan bukti dari Federation Internationale du Motocyclisme (FIM). “Ya, so pasti. Doni Tata turun di World GP kelas 250 cc, semusim penuh,” bilang Bambang Asmarabudi, General Manajer Promosi dan Motorsport PT YMKI, sembari kumis teraturnya bergerak sesuai gerakan bibirnya. Itu kan ciri khasnya.
Doni terdaftar sebagai pembalap yang akan turun di GP250 musim depan. FIM baru akan mengeluarkan daftar resminya pertengahan Desember 2007. “Tapi Doni sudah pasti terdaftar. Hanya saja pihak Yamaha masih mencari nama tengah timnya. Ya itu, sponsor lain yang akan mendukung. Termasuk memperbaiki motor Yamaha,” ujar Gunardi yang langganan juri MotoGP itu.
Sukses ini, menempatkan Doni di jajaran pembalap dunia. Doni menyusul dua rider Asia Tenggara lainnya. Yaitu, Shahrul Yuzi (Malaysia) dan Ratthapak Wilairot (Thailand). Mereka ikut pentas balap motor prototipe GP 250 semusim penuh.
Penampilan Doni ikut tiga kali wild carddi Sepang, bikin cah Jogja 17 tahun ini, dianggap konsisten dengan Yamaha TZ250. “Meski jarang finish, Doni dinilai tampil bagus. Banyak tim tertarik. KTM dan Aprilia mau menarik Doni jika Yamaha tidak memakainya,” imbuh Gunardi.
Jelas, Yamaha ogah kehilangan bibit yang sudah dipupuknya. Bambang meyakinkan bahwa mereka tidak akan melepas Doni. “Doni sebagai pembuka pintu untuk pembalap tanah air lain. Jadi, tidak akan melepasnya. Justru akan memberikan yang terbaik,” tegas Bambang.
Sebagai bukti, pihak Yamaha telah menyiapkan tunggangan lebih kompetitif untuk Doni. “Saya sudah ke Jerman mencari mekanik dan spare-parts untuk mendukung motor Doni,” papar Bambang.
Hebatnya lagi, Doni turun membawa nama tim sendiri. Berbeda dengan Wilairot atau Yuzi yang dititipkan ke tim luar negeri. Doni merekrut mekanik dan manajer dari luar. Salah satunya kepala mekanik yang mengantar Thomas Luthi juara dunia GP125 musim 2005. “Nanti di tim itu akan ada tiga kebangsaan, dari Indonesia, Jerman dan Jepang,” jelas Bambang lagi.
Langkah diambil Yamaha memperbaiki performa Yamaha TZ, sudah benar. Itu jika betul, tim Doni diperkuat tunner Jerman, Jepang dan Indonesia sendiri. Jika berharap Jepang tok, mereka ngotot menggunakan teknologi 2-tak Jepang. Padahal, di GP250, justru teknologi Eropa yang masih berkembang. Knalpot misalnya, bukan knalpot AHRS yang dipake, tapi, mufler Malossi.
Doni sendiri, sebelumnya sempat tutup mulut, akhirnya mengakui. “Saya sudah dapat kabar itu. Saya pilih tetap bersama Yamaha. Mereka sudah membesarkan saya. Saya juga ingin punya kesempatan naik YZR-M1,” ungkap anak pasangan Kiswadi dan Haryani itu.
Saat ini Yamaha sedang mencari sponsor pendamping. “Kalau bisa dari Indonesia, kerena ini menyangkut nama bangsa,” harap Asmarabudi.
Ayo, dukung Doni! Jangan lupa
April 16, 2008 at 12:36 pm
doni tata..
semoga perjuangannya ga sia2 yaa..
harumkan nama bangsa kita..
betul2, ayo dukung doni tata..
hidup doni tata..
oya, rossi jg..
hidup rossii..
komen jg, jangan lupa yaa..
April 16, 2008 at 1:15 pm
T.O.P bgt!hehe