Foto: AP

BOSTON – Tuan rumah Boston Celtics amankan laga final NBA ke-2. Berlaga di TD Banknorth Boston, Senin (9/6/2008), Paul Pierce dkk membukukan kemenangan atas� Los Angeles Lakers 108-102.

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Celtics tampil luar biasa. Meski sempat bermain gugup di kuarter pertama, Celtics akhirnya bangkit memimpin di dua kuarter berikutnya melalui permainan cemerlang Pierce.

Berkat Pierce, Celtics mampu balik menyusul hingga anak-anak Boston menang jauh 83-61 di akhir kuarter ketiga. Pierce yang masih didera cedera lutut, tampil beringas dengan mengumpulkan angka tertinggi bagi Celtics dengan 28 poin, 4 rebounds dan 8 assists.

Lakers yang dikomandoi MVP Kobe Bryant berupaya mengejar ketinggalan di 12 menit terakhir pertandingan. Mengandalkan tembakan tiga angka Bryant dan pemain pengganti Sasha Vujacic, Lakers sedikit demi sedikit bisa mengikis selisih angka.

Para pendukung Boston sempat dipaksa menahan nafas saat Pierce dua kali kehilangan bola saat pertandingan tersisa 1 menit. Oleh Bryant dan Vladimir Radmanovic, kekhilafan Pierce dimanfaatkan dengan baik untuk membawa Lakers mengejar defisit ketinggalan menjadi 102-106.

Tapi perjuangan Lakers terkunci di angka 102. Celtics yang berupaya mengamankan kemenangan, langsung memainkan strategi bertahan total dengan mengontrol tempo permainan hingga buzzer akhir berbunyi.

Dengan kemenangan ini, maka Celtics memimpin seri final NBA atas Lakers dengan keunggulan 2-0 dari the best of seven series. Pertandingan berikutnya akan dipindahkan ke Staples Center Los Angeles pada hari Rabu (11/6/2008) WIB.

“Saya rasa kami agak ceroboh dalam mempertahankan keunggulan. Kami tidak mempertahankan permainan agresif dengan membiarkan mereka ambil alih menekan. Kami harus mengambil hikmah dari kuarter keempat ini, dengan mencoba bermain hingga akhir tanpa perlu khawatir dengan skor di papan,” ujar Pierce usai pertandingan.