Jika ada yang menonton final siaran langsung All England 2008 di Global TV atau Indovision minggu lalu, 9 Maret, tentunya melihat aksi tunggal putra nomor satu dunia, Lin Dan.
Saya tidak ingin mengomentari prestasinya; orang sudah tutup mata dengan konsistensinya dan keuletannya. Yang saya ingin komentari adalah semangat juangnya yang sangat luar biasa.
Saat itu dia bertanding melawan juniornya, Chen Jin. Di awal pertandingan kita belum melihat tanda-tanda “keanehan” pada kaki kiri Lin Dan. Hanya sesekali dia menendang-nendang keluar kakinya itu, seakan sedang berusaha meluruskannya.
Di tengah-tengah set pertama mulai terlihat, Lin Dan bergerak tidak seperti biasanya. Biasanya dia brgerak gesit menyambut bola. Sekarang responnya seakan lebih lambat dan badannya terasa berat. Beberapa kali aksi “terjun bebasnya” tidak “sebebas” biasanya; terlihat Lin Dan berusaha melindungi lutut kakinya lewat menahan badannya dengan tangan. Mulai terlihat pula smesnya yang tidak prima dan kakinya yang mulai diseret.
Chen Jin yang melihat gelagat tersebut langsung bertindak. Dia banyak menyerang sisi kiri Lin Dan dimana Lin Dan tidak bisa banyak bergerak. Bola pun diarahkan ke kiri dan ke kanan, depan dan belakang.
Disinilah terlihat mental juara Lin Dan.
Walaupun dalam keadaan “hopeless” seperti itu, tidak terlihat ekspresi Lin Dan yang putus asa. Yang terlihat hanyalah ekspresi menahan sakit dan kesal terhadap badannya yang tidak bisa bergerak seperti biasa. Toh, Lin Dan tetap menjabani segala macam pukulan Chen Jin. Saya yang waktu itu menonton jadi ikut meringis dan ingin menangis karena saya yakin pasti sakitnya bukan main dan kesalnya juga bukan main (saya juga punya masalah di lutut).
Hasilnya? Chen Jin tetap menang dua set langsung, tapi dengan susah payah, 24-22, 25-23.
Luar biasa. Benar-benar mental seorang juara. Dia tetap memberikan penampilan terbaiknya walaupun pada kondisi terburuknya. Dia tidak hilang semangat atau patah arang.
Saya rasa saat ini atlit bulutangkis dari Indonesia maupun negara lain belum ada yang memiliki mental seperti Lin Dan. Mental luar biasa yang patut diacungi jempol dan dijadikan pedoman pebulutangkis muda.