moto gp


Foto: AP

MUGELLO – Sete Gibernau akan menjalani tes bersama Ducati di Mugello pekan depan. Itu menjadi pertama kali bagi Gibernau sejak absen dari MotoGP pada akhir 2006 lalu.

Mantan pembalap berusia 35 tahun itu akan menjalani tes dengan dipandu pejabat tes driver Ducati, Vittoriano Guareschi selama tiga hari. Gibernau ditunjuk untuk mengevaluasi motor GP8 sekaligus memberikan masukan pada motor 2009 mereka.

“Saya merasa terhormat dengan kesempatan yang diberikan Ducati kepada saya,” ujar Gibernau seperti yang dilansir autosport, Kamis (12/6/2008).

“Ini hanya sekedar tes namun saya akan tampil maksimal. Saya tidak dapat menunggu untuk kembali merasakan mesin MotoGP hingga limit,” tambah pria Spanyol itu.

Gibernau sendiri memutuskan mundur dari gemerlap dunia MotoGP pada 2006 saat dirinya mengalami cedera dan masih membela Ducati. Gibernaue juga mulai terlihat di paddock saat balapan di Catalunya lalu.

Kegembiraan juga tidak hanya datang dari Giberneu. Direktur tim Ducati juga menyambut bahagia kesedian Giberneu bergabung dengan Ducati untuk menjalani tes bersama.

“Kami bahagia melihat Sete kembali mengendarai motor MotoGP lagi, dan antusias itulah yang membuat kami senang menggelar tes,” ujar Direktur Tim Filippo Preziosi.

Preziosi mengakui tes ini juga akan menjadi ajang evaluasi atas dua generasi motor Ducati. Ya, Tim Ducati memang telah mengeluarkan motor teranyarnya, GP9, yang dipersiapkan untuk mengganti GP8 mereka yang kurang bertaji musim ini.

Dijadwalkan Ducati juga akan menggelar tes lanjutan di Brno, Czech yang akan menyertakan juara Superstcok 1000 Niccolo Canepa. Pembalap berusia 20 tahun itu sebelumnya juga terlihat bersama Ducati di Catalunya lalu.

KLIK - DetailKeterampilan atau skill Doni Tata, lebih dari cukup. Bahkan, teknikal membalapnya lebih halus alias presisi dari Ratthapark Wilairot. Pembalap Thailand yang ikut full GP250 pada 2007 itu, in-out-nya masih sering belanja. Sedang Doni, ritme-nya di racing line, pas. Demikian juga dengan memainkan selongsong gas. Halus Doni, bo.

Makanya, kabar anyar soal Doni Tata Pradita, ikut full World GP 250 pada 2008, tidak mengagetkan Em-Plus. “Yamaha akan rugi, jika tidak menerjunkan Doni secara utuh. Bakat Doni banyak dilirik tim GP250,” sebut Bambang Gunardi dari Biro Olahraga Motor PP IMI. Gunardi juga dekat dengan para petinggi Dorna, penyelenggara MotoGP, GP250 dan GP125.KLIK - Detail

Em-Plus pertama membongkarnya. Kali ini, Doni tidak akan tampil sebagai wild card. Artinya, Doni akan terjun semusim penuh. Ini diakui Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), setelah Em-Plus menyodorkan bukti dari Federation Internationale du Motocyclisme (FIM). “Ya, so pasti. Doni Tata turun di World GP kelas 250 cc, semusim penuh,” bilang Bambang Asmarabudi, General Manajer Promosi dan Motorsport PT YMKI, sembari kumis teraturnya bergerak sesuai gerakan bibirnya. Itu kan ciri khasnya.

Doni terdaftar sebagai pembalap yang akan turun di GP250 musim depan. FIM baru akan mengeluarkan daftar resminya pertengahan Desember 2007. “Tapi Doni sudah pasti terdaftar. Hanya saja pihak Yamaha masih mencari nama tengah timnya. Ya itu, sponsor lain yang akan mendukung. Termasuk memperbaiki motor Yamaha,” ujar Gunardi yang langganan juri MotoGP itu.

Sukses ini, menempatkan Doni di jajaran pembalap dunia. Doni menyusul dua rider Asia Tenggara lainnya. Yaitu, Shahrul Yuzi (Malaysia) dan Ratthapak Wilairot (Thailand). Mereka ikut pentas balap motor prototipe GP 250 semusim penuh.

Penampilan Doni ikut tiga kali wild carddi Sepang, bikin cah Jogja 17 tahun ini, dianggap konsisten dengan Yamaha TZ250. “Meski jarang finish, Doni dinilai tampil bagus. Banyak tim tertarik. KTM dan Aprilia mau menarik Doni jika Yamaha tidak memakainya,” imbuh Gunardi.

Jelas, Yamaha ogah kehilangan bibit yang sudah dipupuknya. Bambang meyakinkan bahwa mereka tidak akan melepas Doni. “Doni sebagai pembuka pintu untuk pembalap tanah air lain. Jadi, tidak akan melepasnya. Justru akan memberikan yang terbaik,” tegas Bambang.

Sebagai bukti, pihak Yamaha telah menyiapkan tunggangan lebih kompetitif untuk Doni. “Saya sudah ke Jerman mencari mekanik dan spare-parts untuk mendukung motor Doni,” papar Bambang.

Hebatnya lagi, Doni turun membawa nama tim sendiri. Berbeda dengan Wilairot atau Yuzi yang dititipkan ke tim luar negeri. Doni merekrut mekanik dan manajer dari luar. Salah satunya kepala mekanik yang mengantar Thomas Luthi juara dunia GP125 musim 2005. “Nanti di tim itu akan ada tiga kebangsaan, dari Indonesia, Jerman dan Jepang,” jelas Bambang lagi.

Langkah diambil Yamaha memperbaiki performa Yamaha TZ, sudah benar. Itu jika betul, tim Doni diperkuat tunner Jerman, Jepang dan Indonesia sendiri. Jika berharap Jepang tok, mereka ngotot menggunakan teknologi 2-tak Jepang. Padahal, di GP250, justru teknologi Eropa yang masih berkembang. Knalpot misalnya, bukan knalpot AHRS yang dipake, tapi, mufler Malossi.

Doni sendiri, sebelumnya sempat tutup mulut, akhirnya mengakui. “Saya sudah dapat kabar itu. Saya pilih tetap bersama Yamaha. Mereka sudah membesarkan saya. Saya juga ingin punya kesempatan naik YZR-M1,” ungkap anak pasangan Kiswadi dan Haryani itu.

Saat ini Yamaha sedang mencari sponsor pendamping. “Kalau bisa dari Indonesia, kerena ini menyangkut nama bangsa,” harap Asmarabudi.

Ayo, dukung Doni! Jangan lupa



AFP

Estoril – Casey Stoner menunjukkan ketangguhannya di sikuit Estoril. Pembalap Ducati ini berhasil menjadi yang tercepat setelah mengalahkan Valentino Rossi di free practice I MotoGP Portugal.

Pembalap Australia ini berhasil mencatat waktu tercepat yaitu 1 menit dan 47.900 detik dalam sesi latihan pertama, Jumat (11/4/2008). Sementara Rossi yang membalap untuk Fiat Yamaha di sesi ini harus puas berada pada posisi kedua.

Sedangkan di posisi ketiga pada sesi latihan pertama ini ditempati oleh pembalap Honda Gresini Shinya Nakano. Sementara di posisi keempat dan kelima direbut oleh dua pembalap Kawasaki Racing yaitu Anthony West dan John Hopkins

Nicky Hayden dari Honda HRC harus puas di posisi keenam dengan catatan waktu 1:49.787 detik. Disusul dua pembalap dari tim Suzuki Loris Capirossi dan Chris Vermulen di posisi ketujuh dan kedelapan.

Sylvain Guintoli dan Randy De Puniet akhirnya melengkapi posisi sepuluh besar. Sedangkan juara di seri sebelumnya di Spanyol, Dani Pedrosa terpuruk di posisi ke-16 dengan catatan waktu 1:52.045 detik.

Pada sesi latihan pertama ini, Rossi mengalami kecelakaan di tikungan terakhir. Namun pembalap Italia ini tidak mengalami luka dan tetap melanjutkan lomba.

Valentino Rossi. (Foto: Bobby Arifin)

Tak terasa, sudah enam seri berturut-turut Valentino Rossi tidak lagi merasakan kemenangan. Bagi Vale, ini adalah paceklik kemenangan terpanjang baginya sejak bergabung dengan kelas 500cc/motogp. Di Estoril, Vale ingin mengakhirinya.

Kebetulan saat terakhir Vale meraih kemenangan adalah di GP Portugal musim lalu. Tentu bukan alasan historis tersebut yang membuat Vale kini yakin bisa mengakhiri masa kelamnya bersama Yamaha itu. Justru fakta yang berbicara yaitu ia bisa tampil bagus di Jerez, sementara di saat yang sama koleganya sesama pemakai Bridgestone mengalami kesulitan.

“Jerez adalah lomba yang penting bagi kami. Runner-up di saat baru dua kali bersama Bridgestone, juga setelah hasil buruk di Qatar, adalah sangat penting. Hasil itu memberikan kepercayaan diri bagi kami. Motor kami bagus dan ban juga bagus hingga akhir. Setelah lomba, kami melakukan tes dan bisa melakukan sejumlah langkah maju yang penting. Semoga kami benar-benar sudah bisa bertarung untuk menang sekarang,” tegasnya.

Di Jerez, Vale memang sangat gembira bisa naik podium. Tentu itu bukan gaya khas Vale yang biasanya hanya bersuka ria jika menang. Tapi, itu bukan tanpa alasan karena memang di Jerez-lah ia dan timnya seperti menemukan lagi titik terang. Sepanjang lomba, meski sulit mengejar Dani Pedrosa, Vale tampil konsisten dan bisa mengalahkan team-mate-nya, Jorge Lorenzo, yang memakai ban Michelin.

Hancur-hancuran di Jerez, juara dunia bertahan Casey Stoner membidik Estoril sebagai tempat untuk membalas kegagalan. Di Jerez, kombinasi motor yang tidak kompetitif dan ban Bridgestone yang buruk membuatnya hanya sanggup fi nis di posisi 11 setelah dua kali mampir ke gravel.

Salah satu alasan Casey memilih Estoril karena sirkuit ini punya karakter yang dianggapnya lebih cocok dengan Ducati Desmosedici GP8. Di Estoril, terdapat trek lurus yang bisa dipakai Casey untuk memaksimalkan potensi GP8.

“Musim lalu kami bagus di sesi latihan, bahkan sangat dekat dengan pole position. Tapi, di lomba muncul sedikit masalah yang membuat kami hanya sanggup finis podium. Secara teori, jika kami bisa bekerja bagus sejak awal, tidak ada kejutan, maka kami bisa bertarung untuk menang,” sebut Casey.

Musim lalu, Casey finis di posisi ketiga setelah Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Meski tidak menang, di GP Portugal 2007, yang merupakan seri ke-13, berbeda dengan musim ini, Casey justru mengukuhkan jalan untuk memastikan gelar juara dunia. Kepastian gelar juara dunia terjadi di GP Jepang yang merupakan seri setelah Portugal.

“Di Estoril, Bridgestone tidak akan seburuk penampilan di Jerez,” tegasnya.

Musim 2006, Estoril adalah bencana bagi Repsol Honda. Di sirkuit inilah Dani Pedrosa menabrak Nicky Hayden sehingga keduanya gagal finis dan Hayden kehilangan posisi teratas klasemen saat musim hanya menyisakan satu seri. Namun, kini kondisinya berbeda. Tim pabrikan Honda itu kini sangat percaya diri menjelang lomba pada Ahad (13/4), setelah Pedrosa tampil dominan di Jerez.

Dani Pedrosa, performa di Jerez membuat percaya diri. (Foto: Bobby Arifin)

Motor lama dengan spring valve terbukti masih mumpuni untuk diajak bertarung di Jerez. Tak sekadar dominan dan meraih kemenangan, berkat penampilan di Jerez Dani pun memimpin klasemen sementara kelas motogp. Bagi Dani, ini pertama kali di sepanjang kariernya di kelas motogp ia bisa memimpin klasemen.

“Tes yang kami lakukan di Jerez mestinya bisa membantu kami. Bagus bisa lebih mengenal motor dan menguji ban depan baru Michelin yang lebih lebar. Di Estoril, kamu perlu motor yang bisa tampil bagus saat pengereman dan bisa mempertahankan grip ban belakang di sepanjang lomba. Ini trek yang berat dari sisi pembalap karena kamu harus kuat untuk menahan motor saat pengereman, juga yang trek bergelombang. Kamu juga harus punya ketahanan fi sik yang sempurna,” kata Dani.

Meski percaya diri, Hayden cukup hati-hati terutama berhubungan dengan performa mesin 2007. Walaupun cukup bagus di Jerez, karakter Estoril belum tentu cukup bagi mesin lama itu. Yang masih kurang adalah kecepatan motor di trek lurus, pasalnya Estoril punya trek lurus yang lumayan panjang. RC212V yang dipakai Dani dan Hayden meski sudah memakai sasis 2008, Honda belum sepenuhnya yakin mesin 2008 dengan sistem katup pneumatic bisa dipakai di Estoril. Honda sendiri berencana menguji mesin 2008 itu pada sesi tes setelah lomba.

“Semoga tidak ada masalah. Jerez tidak buruk, malah sangat cukup untuk menghadapi Estoril, di mana kami harus tetap fokus untuk mengembangkan motor,” kata Hayden.

Salah satu yang disenangi Dani saat berlomba di Estoril adalah atmosfernya. Meski berlaga di Portugal, Dani selalu merasa tampil seperti di depan publik sendiri. Jarak yang dekat membuat penggemar balap motor Spanyol banyak yang datang ke Estoril untuk menyaksikan lomba.

“Atmosfernya sangat menyenangkan karena di Estoril rasanya seperti 100% Spanyol,” kata Dani.

Di musim 2007, Dani dan Hayden masing-masing finis di posisi kedua dan keempat