| MBI gaungkan Thomas & Uber Cup |
Masyarakat Bulutangkis Indodnesia (MBI) pada hari Minggu, 13 April 2008 mulai mengkampanyekan Kejuaraan Bulutangkis Thomas & Uber Cup yang akan di gelar di Jakarta pada tanggal 07 s/d 11 Mei 2008.
Dalam upaya mengenang 50 tahun Indonesia pertama kali merebut Thomas Cup, MBI mengajak masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta untuk memberikan dukungan bagi Tim Indonesia. |
April 13, 2008
April 13, 2008
Jika ada yang menonton final siaran langsung All England 2008 di Global TV atau Indovision minggu lalu, 9 Maret, tentunya melihat aksi tunggal putra nomor satu dunia, Lin Dan.
Saya tidak ingin mengomentari prestasinya; orang sudah tutup mata dengan konsistensinya dan keuletannya. Yang saya ingin komentari adalah semangat juangnya yang sangat luar biasa.
Saat itu dia bertanding melawan juniornya, Chen Jin. Di awal pertandingan kita belum melihat tanda-tanda “keanehan” pada kaki kiri Lin Dan. Hanya sesekali dia menendang-nendang keluar kakinya itu, seakan sedang berusaha meluruskannya.
Di tengah-tengah set pertama mulai terlihat, Lin Dan bergerak tidak seperti biasanya. Biasanya dia brgerak gesit menyambut bola. Sekarang responnya seakan lebih lambat dan badannya terasa berat. Beberapa kali aksi “terjun bebasnya” tidak “sebebas” biasanya; terlihat Lin Dan berusaha melindungi lutut kakinya lewat menahan badannya dengan tangan. Mulai terlihat pula smesnya yang tidak prima dan kakinya yang mulai diseret.
Chen Jin yang melihat gelagat tersebut langsung bertindak. Dia banyak menyerang sisi kiri Lin Dan dimana Lin Dan tidak bisa banyak bergerak. Bola pun diarahkan ke kiri dan ke kanan, depan dan belakang.
Disinilah terlihat mental juara Lin Dan.
Walaupun dalam keadaan “hopeless” seperti itu, tidak terlihat ekspresi Lin Dan yang putus asa. Yang terlihat hanyalah ekspresi menahan sakit dan kesal terhadap badannya yang tidak bisa bergerak seperti biasa. Toh, Lin Dan tetap menjabani segala macam pukulan Chen Jin. Saya yang waktu itu menonton jadi ikut meringis dan ingin menangis karena saya yakin pasti sakitnya bukan main dan kesalnya juga bukan main (saya juga punya masalah di lutut).
Hasilnya? Chen Jin tetap menang dua set langsung, tapi dengan susah payah, 24-22, 25-23.
Luar biasa. Benar-benar mental seorang juara. Dia tetap memberikan penampilan terbaiknya walaupun pada kondisi terburuknya. Dia tidak hilang semangat atau patah arang.
Saya rasa saat ini atlit bulutangkis dari Indonesia maupun negara lain belum ada yang memiliki mental seperti Lin Dan. Mental luar biasa yang patut diacungi jempol dan dijadikan pedoman pebulutangkis muda.
April 13, 2008
Tiga wakil Indonesia yang masuk final turnamen bulutangkis Jepang terbuka, Minggu (16/9) gagal meraih gelar juara. Taufik Hidayat, Nova Widhianto/Lilyana Natsir serta Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto dikalahkan lawan-lawan mereka di final.
Taufik Hidayat harus menyerah dalam pertandingan tiga game dari pemain nomor satu Malaysia Lee Chong Wei 20-22, 21-19, 19-21 yang berlangsung selama 65 menit.
Di nomor ganda campuran, pasangan juara dunia Nova Widiyanto/Lilyana Natsir gagal membendung langkah unggulan teratas asal China Zheng Bo/Gao Ling dan harus menyerah dalam pertandingan dua game 19-21, 14-21 dalam waktu 41 menit.
Peluang terakhir, yaitu dari ganda putra pun harus lepas dari genggaman setelah pasangan Pelatnas Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto Chandra gagal memetik kemenangan pada final pertama mereka musim ini.
Pasangan Indonesia yang melaju ke semifinal Cina Master itu harus menyerah dari mantan senior mereka di Pelatnas yaitu Chandra Wijaya/Tony Gunawan dalam pertandingan dua game langsung 18-21, 17-21 dalam waktu 29 menit.
Hasil Lengkap:
(4) Lee Chong Wei (Malaysia) vs Taufik Hidayat (Indonesia), 22-20, 19-21, 21-19;
Tine Rasmussen (Denmark) vs (2) Xie Xingfang (Cina), 21-15, 21-17;
(4) Candra Wijaya/Tony Gunawan (Indonesia) vs Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto Chandra (Indonesia), 21-18, 21-17;
(3) Yang Wei/Zhang Jiewen (Cina) vs (5) Zhao Tingting/Yu Yang (Cina), 21-17, 21-5;
(1) Zheng Bo/Gao Ling (Cina) vs (2) Nova Widianto/Lilyana Natsir (Indonesia), 21-19, 21-14.
April 13, 2008
HSBC kicked off their four-day badminton tournament with as many as 200 shuttlers from various organisations taking part at the PGGMB Building yesterday.
The meet was held in conjunction with the bank’s 60th anniversary celebrations. The Deputy Chief Executive Officer of HSBC, Rosdi Amin, officially welcomed the participants yesterday.
One of the tournament’s organisers, Rena Lee, said: ”I was impressed by the response and willingness of all the teams to participate in this tournament. It is a great opportunity for badminton enthusiasts of all levels to meet and play competitively.”
”Apart from our 60th anniversary celebrations, the committee’s reasons for organising the tournament were to foster closer relationships and promote a healthy lifestyle among HSBC and friends from other sectors,” she added.
April 12, 2008
Kejuaraan Asia di Johor Bahru, Malaysia, 15-20 April, punya arti penting buat pebulutangkis Indonesia. Hasil yang dicapai bakal menentukan strategi di Piala Thomas-Uber dan tiket ke Olimpiade.
PBSI mendaftarkan hampir seluruh pemain terbaik yang ada di pelatnas Cipayung. Hanya ganda nomor satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, yang absen. Pertimbangannya, Kido baru kembali berlatih setelah cuti karena sang ayah meninggal dua pekan lalu.
Sorotan publik bakal mengarah pada pasangan Candra Wijaya/Nova Widianto. Pasangan senior ini sedang dicoba untuk alternatif ganda ketiga Piala Thomas. ”Anggap saja kami ini pasangan alternatif. Tak ada target. Kami hanya perlu penyesuaian dalam suasana pertandingan,” ucap Candra.
Terakhir kali mereka berpasangan dalam ajang resmi terjadi empat tahun silam di ajang PON. Ketika itu Candra/Nova mewakili DKI Jakarta.
Meski baru, pasangan ini bisa jadi mencuri perhatian lawan. Maklum, calon lawan di Piala Thomas nanti sebagian besar akan turun di Kejuaraan Asia.
”Indonesia pintar mengubah komposisi ganda. Candra adalah pemain bagus, dipasangkan dengan siapa pun bisa menjadi kombinasi yang berbahaya,” kata Yap Kim Hock, pelatih kepala Malaysia, pada The Star.
April 12, 2008
Keterampilan atau skill Doni Tata, lebih dari cukup. Bahkan, teknikal membalapnya lebih halus alias presisi dari Ratthapark Wilairot. Pembalap Thailand yang ikut full GP250 pada 2007 itu, in-out-nya masih sering belanja. Sedang Doni, ritme-nya di racing line, pas. Demikian juga dengan memainkan selongsong gas. Halus Doni, bo.
Makanya, kabar anyar soal Doni Tata Pradita, ikut full World GP 250 pada 2008, tidak mengagetkan Em-Plus. “Yamaha akan rugi, jika tidak menerjunkan Doni secara utuh. Bakat Doni banyak dilirik tim GP250,” sebut Bambang Gunardi dari Biro Olahraga Motor PP IMI. Gunardi juga dekat dengan para petinggi Dorna, penyelenggara MotoGP, GP250 dan GP125.
Em-Plus pertama membongkarnya. Kali ini, Doni tidak akan tampil sebagai wild card. Artinya, Doni akan terjun semusim penuh. Ini diakui Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), setelah Em-Plus menyodorkan bukti dari Federation Internationale du Motocyclisme (FIM). “Ya, so pasti. Doni Tata turun di World GP kelas 250 cc, semusim penuh,” bilang Bambang Asmarabudi, General Manajer Promosi dan Motorsport PT YMKI, sembari kumis teraturnya bergerak sesuai gerakan bibirnya. Itu kan ciri khasnya.
Doni terdaftar sebagai pembalap yang akan turun di GP250 musim depan. FIM baru akan mengeluarkan daftar resminya pertengahan Desember 2007. “Tapi Doni sudah pasti terdaftar. Hanya saja pihak Yamaha masih mencari nama tengah timnya. Ya itu, sponsor lain yang akan mendukung. Termasuk memperbaiki motor Yamaha,” ujar Gunardi yang langganan juri MotoGP itu.
Sukses ini, menempatkan Doni di jajaran pembalap dunia. Doni menyusul dua rider Asia Tenggara lainnya. Yaitu, Shahrul Yuzi (Malaysia) dan Ratthapak Wilairot (Thailand). Mereka ikut pentas balap motor prototipe GP 250 semusim penuh.
Penampilan Doni ikut tiga kali wild carddi Sepang, bikin cah Jogja 17 tahun ini, dianggap konsisten dengan Yamaha TZ250. “Meski jarang finish, Doni dinilai tampil bagus. Banyak tim tertarik. KTM dan Aprilia mau menarik Doni jika Yamaha tidak memakainya,” imbuh Gunardi.
Jelas, Yamaha ogah kehilangan bibit yang sudah dipupuknya. Bambang meyakinkan bahwa mereka tidak akan melepas Doni. “Doni sebagai pembuka pintu untuk pembalap tanah air lain. Jadi, tidak akan melepasnya. Justru akan memberikan yang terbaik,” tegas Bambang.
Sebagai bukti, pihak Yamaha telah menyiapkan tunggangan lebih kompetitif untuk Doni. “Saya sudah ke Jerman mencari mekanik dan spare-parts untuk mendukung motor Doni,” papar Bambang.
Hebatnya lagi, Doni turun membawa nama tim sendiri. Berbeda dengan Wilairot atau Yuzi yang dititipkan ke tim luar negeri. Doni merekrut mekanik dan manajer dari luar. Salah satunya kepala mekanik yang mengantar Thomas Luthi juara dunia GP125 musim 2005. “Nanti di tim itu akan ada tiga kebangsaan, dari Indonesia, Jerman dan Jepang,” jelas Bambang lagi.
Langkah diambil Yamaha memperbaiki performa Yamaha TZ, sudah benar. Itu jika betul, tim Doni diperkuat tunner Jerman, Jepang dan Indonesia sendiri. Jika berharap Jepang tok, mereka ngotot menggunakan teknologi 2-tak Jepang. Padahal, di GP250, justru teknologi Eropa yang masih berkembang. Knalpot misalnya, bukan knalpot AHRS yang dipake, tapi, mufler Malossi.
Doni sendiri, sebelumnya sempat tutup mulut, akhirnya mengakui. “Saya sudah dapat kabar itu. Saya pilih tetap bersama Yamaha. Mereka sudah membesarkan saya. Saya juga ingin punya kesempatan naik YZR-M1,” ungkap anak pasangan Kiswadi dan Haryani itu.
Saat ini Yamaha sedang mencari sponsor pendamping. “Kalau bisa dari Indonesia, kerena ini menyangkut nama bangsa,” harap Asmarabudi.
Ayo, dukung Doni! Jangan lupa
April 12, 2008

AFP
Estoril – Casey Stoner menunjukkan ketangguhannya di sikuit Estoril. Pembalap Ducati ini berhasil menjadi yang tercepat setelah mengalahkan Valentino Rossi di free practice I MotoGP Portugal.
Pembalap Australia ini berhasil mencatat waktu tercepat yaitu 1 menit dan 47.900 detik dalam sesi latihan pertama, Jumat (11/4/2008). Sementara Rossi yang membalap untuk Fiat Yamaha di sesi ini harus puas berada pada posisi kedua.
Sedangkan di posisi ketiga pada sesi latihan pertama ini ditempati oleh pembalap Honda Gresini Shinya Nakano. Sementara di posisi keempat dan kelima direbut oleh dua pembalap Kawasaki Racing yaitu Anthony West dan John Hopkins
Nicky Hayden dari Honda HRC harus puas di posisi keenam dengan catatan waktu 1:49.787 detik. Disusul dua pembalap dari tim Suzuki Loris Capirossi dan Chris Vermulen di posisi ketujuh dan kedelapan.
Sylvain Guintoli dan Randy De Puniet akhirnya melengkapi posisi sepuluh besar. Sedangkan juara di seri sebelumnya di Spanyol, Dani Pedrosa terpuruk di posisi ke-16 dengan catatan waktu 1:52.045 detik.
Pada sesi latihan pertama ini, Rossi mengalami kecelakaan di tikungan terakhir. Namun pembalap Italia ini tidak mengalami luka dan tetap melanjutkan lomba.
April 12, 2008
Bank Jatim Rileks Hadapi Popsivo
SURABAYA – Juara bertahan Surabaya Bank Jatim sudah terbilang aman bertengger di empat besar klasemen sementara Proliga 2008.
Meski tidak ingin kehilangan satu nilai pun dari dua pertandingan yang tersisa, tim asuhan Huang Mian Cheng itu mengaku lebih rileks saat menghadapi Jakarta Popsivo Polwan Sabtu (12/4) mendatang. Sebab, fokus mereka kini adalah memenangi final four.
Tampil rileks tersebut bukan berarti mereka akan menyerahkan kemenangan kepada Popsivo. Mereka tetap harus dikalahkan. “Tapi, saya tidak ingin anak-anak memaksa diri terlalu keras. Mereka saya wanti-wanti untuk menjaga kondisi. Percuma kalau tampil bagus di penyisihan tapi kelelahan di final four,” ujar asisten pelatih Sugeng Mulyono kemarin (9/4).
Popsivo memang bukan lawan yang terlalu berat bagi Bank Jatim. Saat ini, Popsivo berada di posisi juru kunci klasemen. Rianita Panirwan dkk pun pernah memecundangi Popsivo pada pertandingan perdana Proliga di Malang (23/2) lalu dengan skor 3-0.
Namun, keadaan di kedua tim sekarang sudah banyak berubah. Pada putaran I lalu, open spiker asal Kanada Isabelle Czerveniak menjadi pahlawan dengan spike-spike tajamnya. Namun, kini performa pemain yang akrab disapa Izzy itu turun. Dia lebih sering duduk di bangku cadangan, terutama setelah Wang Ting, spiker baru asal Tiongkok, datang.
Wang Ting telah membuktikan kualitasnya saat membantu Bank Jatim mengalahkan Gresik Petrokimia (30/3) dan Bogor Prayoga Unitas (6/4). Masalahnya, menghadapi Popsivo nanti, tenaga Wang Ting belum bisa diharapkan. Saat ini, dia bersama kompatriotnya, Zhang Jing, sedang berada di Tiongkok untuk memperpanjang visa.
Rencananya mereka kembali ke Kota Pahlawan nanti sore. Namun, pelatih meragukan kondisi mereka. “Di Bogor, mereka baru datang pukul dua pagi dan masih jetlag. Bukan tidak mungkin Sabtu nanti juga begitu,” beber Sugeng. “Jumat pagi, kami latihan terakhir. Dari situ, kondisi mereka akan kami pantau, terutama Wang,” imbuh Sugeng.
Sekali lagi, Popsivo tidak setangguh Jakarta Electric PLN yang pernah mengalahkan mereka di Putaran I. Tapi, ada satu hal lagi yang mungkin bakal menjadi sumber kekuatan tim besutan Li Quijang tersebut, yakni tiket final four. Popsivo memang sangat membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke babak empat besar.
Jika bisa mengalahkan Bank Jatim, mereka bisa membuka peluang, dengan catatan Jakarta BNI Taplus gagal menambah angka. “Motivasi Popsivo itulah yang wajib kami waspadai. Apalagi, mereka pasti ingin melakukan revans,” lanjut Sugeng yang juga staf manajemen Bank Jatim tersebut.
April 12, 2008
![]() |
| Valentino Rossi. (Foto: Bobby Arifin) |
Tak terasa, sudah enam seri berturut-turut Valentino Rossi tidak lagi merasakan kemenangan. Bagi Vale, ini adalah paceklik kemenangan terpanjang baginya sejak bergabung dengan kelas 500cc/motogp. Di Estoril, Vale ingin mengakhirinya.
Kebetulan saat terakhir Vale meraih kemenangan adalah di GP Portugal musim lalu. Tentu bukan alasan historis tersebut yang membuat Vale kini yakin bisa mengakhiri masa kelamnya bersama Yamaha itu. Justru fakta yang berbicara yaitu ia bisa tampil bagus di Jerez, sementara di saat yang sama koleganya sesama pemakai Bridgestone mengalami kesulitan.
“Jerez adalah lomba yang penting bagi kami. Runner-up di saat baru dua kali bersama Bridgestone, juga setelah hasil buruk di Qatar, adalah sangat penting. Hasil itu memberikan kepercayaan diri bagi kami. Motor kami bagus dan ban juga bagus hingga akhir. Setelah lomba, kami melakukan tes dan bisa melakukan sejumlah langkah maju yang penting. Semoga kami benar-benar sudah bisa bertarung untuk menang sekarang,” tegasnya.
Di Jerez, Vale memang sangat gembira bisa naik podium. Tentu itu bukan gaya khas Vale yang biasanya hanya bersuka ria jika menang. Tapi, itu bukan tanpa alasan karena memang di Jerez-lah ia dan timnya seperti menemukan lagi titik terang. Sepanjang lomba, meski sulit mengejar Dani Pedrosa, Vale tampil konsisten dan bisa mengalahkan team-mate-nya, Jorge Lorenzo, yang memakai ban Michelin.
April 12, 2008
Meski menang, masih banyak yang harus dibenahi pada tim besutan Qi Lixia tersebut. Terutama, mengenai penampilan pemain asing baru mereka, Kang Yu Jie.
Dalam pertandingan kemarin, Kang masih terlihat belum nyetel dengan permainan rekan-rekannya. “Dia memang belum menyatu dengan pemain lain, terutama dengan tosser kami,” ungkap Bachrun Rosyidi, manajer Gresik Petrokimia.
Hal senada diungkapkan Gunarti Indah Yani. Masuknya pemain baru tersebut, kata dia, belum memberikan perubahan mencolok bagi tim yang bermarkas di GOR Tri Dharma tersebut.
“Pemain ini bagus, tapi masih belum ketemu. Jadi, mainnya masih monoton,” jelasnya.
Selain masalah kekompakan, Bachrun menyoroti mental para pemainnya. Pemain Petro masih harus belajar untuk bermain dengan sabar. Tidak grusa-grusu untuk segera menyelesaikan pertandingan secepatnya.
“Di set ketiga, anak-anak bermain dengan tergesa-gesa. Akibatnya, mereka ketinggalan jauh sekali sebelum akhirnya kalah,” lanjut Bachrun.
Sementara itu, di bagian pria, tuan rumah Jember Pemkab harus tertunduk malu. Itu terjadi setelah Johan Rachmadi dkk dikandaskan Jakarta BNI Taplus dengan skor 1-3 (25-15, 12-25, 21-25, 21-25).
Konfidensi yang berlebihan ternyata membuat penampilan Jember Pemkab tak sebaik saat menang 3-1 atas Bantul Yuso Tomkins di Bogor Maret lalu. Pemain sering melakukan kesalahan sendiri sehingga membuang kesempatan untuk mencuri poin.
Namun, kekalahan kelima dari enam kali penampilan itu tak lantas membuyarkan harapan Jember lolos ke final four. Dengan catatan, di dua pertandingan selanjutnya (lawan Surabaya Samator Minggu (13/4) dan lawan Bantul Yuso Tomkins di Jakarta Jumat (18/4), Jember Pemkab mampu memetik kemenangan.
“Harapan kian berat. Namun, kami akan tetap berupaya keras untuk memenuhi target lolos final four,” jelas Widi Prasetyo, manajer tim Jember Pemkab
Masyarakat Bulutangkis Indodnesia (MBI) pada hari Minggu, 13 April 2008 mulai mengkampanyekan Kejuaraan Bulutangkis Thomas & Uber Cup yang akan di gelar di Jakarta pada tanggal 07 s/d 11 Mei 2008.
